Severe Acute Respiratory Syndrome coronavirus 2 ( SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis virus baru dari coronavirus yang menular kemanusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja baik anak anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil maupun ibu menyusui.
Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan dikota Wuhan, Cina. Dapat cepat dan telah menyebar kewilayah lain di cina dan kebeberapa negara, termasuk Indonesia.
Virus corona atau coronavirus adalahbkeluarga besar virus yang menyebabkan beberapa penyakit. Diantaranya adalah flu biasanya hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV), Severe Acute Respiratory Syandrome (SARS-CoV), hingga yang terabaru, COVID-19.
Melesir laman resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus corona bersifat zoonosis, ditularkan antara hewan dan manusia. Pada hewan virus corona dapat menybabkan diare, seperti pada sapi dan babi, serta ganguan pernapasan atas pada ayam.
B. Ciri-ciri Virus Corona
- Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat yaitu DNA atu RNA.
- Ukuran virus sangat kecil. Ukuran virus yaitu antara 25-300 nm.
- Tubuh dari virus ini tidak berbentuk sel. Sehingga virus tidak memiliki inti sel, memberan plasma, dan sitoplasma.
- Virus hanya hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal sebagai parasit intraseluler obligat.
- Virus merupakan suatu makhluk metaorganisme atau memiliki sifat yang dapat dikeristalkan.
- Virus memiliki beberapa bentuk tubuh. Bentuk tubuh virus yaitu bulat, batang, bentuk T, dan silidris.
C. Bentu Virus
- Bentuk batang, contohnya TMV (Human Mosaic Virus).
- Bentuk batang dan berujung oval seperti peluru, contohnya Rhabdovirus.
- Bentuk bulat, contohnya HIV.
- Bentuk vilamen atau benang, contohnya virus elbola.
- Bentuk polihedral, contohnya Adenovirus.
- Seperti huruf T, contohnya bakteriofag, yaitu yang menyerang bakteri Escherichia coli.
D. Struktur Virus
- Kepala, kepala merupakan bagian dalam bemngandung asam nukleat, sedangkan bagian luar diselubungi oleh kapsida.
- Kapsida, merupakan selubung luar virus yang mengandung banyak subunit protein yang disebut kopsomer.
- Asam Nukleat, Asam nukleat yang dimiliki hanya satu, yaitu DNA atau RNA saja.
- Leher, bagian penghubung antara kepala dan ekor.
- Ekor, ekor virus terdiri dari serabut ekor dan lempeng dasar.
E. Perkembang Biakan Virus
Perkembang biakan virus dibagi menjadi 2 yaitu Daur litik dan Daur Lisogenetik.
1. Daur Listik
Disebabkan oleh ketahanan sel inang lebih lemah dari pada daya infeksi virus. Akibatnya sel ini akan pecah dan mati, serta akan menghasilkan virion virion baru adapun tahapan pada daur litik adalah adsorpsi, penetrasi, sintesis dan replikasi, pematangan atau perakitan dan lisis.
2. Daur Lisogenik
Daur lisogenik terjadi jika pertahanan tubuh inang lebik kuat dari pada daya infeksi. Pada daur ini masih bisa bisa berproduksi dengan normal dan tidak akan langsung pecah. Akan tetapi, DNA virus bakteriofag akan berinteraksi dengan kromosom sel inang membentuk profag.
F. Gejala terinfeksi Virus Corona.
Namun masa inkubasi virus ini
sekitar 14 hari.
G. Langkah- langkah Pencegahan Virus Corona.
1. Cuci tangan secara teratur.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir agar terhindar dari kuman atau virus yang mungkin menempel.
2. Lakukan etika bersin dan batuk.
3. Jika mengalami demam, batuk, dane sesak napas. Segera kunjungi layanan kesehatan.
4. Hindari kontak langsung.
5. Rajin mengkonsumsi sayuran dan buah buahan.
6. Konsumsi makanan matang.
Hindari daging mentah dengan konsumsi makanan matang untuk mencegah bakteri atau virus.
- Demam tinggi lebih dari 38° celsius.
- Batuk kering.
- Lemas.
- Sakit tenggorokan.
- Sesak atau kesulitan bernapas.
- Sakit kepala.
Namun masa inkubasi virus ini
sekitar 14 hari.
G. Langkah- langkah Pencegahan Virus Corona.
1. Cuci tangan secara teratur.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir agar terhindar dari kuman atau virus yang mungkin menempel.
2. Lakukan etika bersin dan batuk.
3. Jika mengalami demam, batuk, dane sesak napas. Segera kunjungi layanan kesehatan.
4. Hindari kontak langsung.
5. Rajin mengkonsumsi sayuran dan buah buahan.
6. Konsumsi makanan matang.
Hindari daging mentah dengan konsumsi makanan matang untuk mencegah bakteri atau virus.